Apa itu dermatitis numularis?

Discoid eczema atau eksim diskoid atau eksim numularis atau yang kita kenal juga dengan dermatitis numularis merupakan dermatitis kronis yang penyebabnya tidak diketahui. Berbanding terbalik dengan dermatitis kontak yang pada umumnya menyerang anak-anak, dermatitis numularis ini banyak menyerang usia dewasa dengan rentang usia 50 hingga 65 tahun, dan bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan, hal ini sesuai kutipan dari buku Sinta Murlistyarini, Suci Prawitasari, dan Lita Setyowatie yang berjudul Intisari Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Namun, pada dasarnya, kasus dermatitis numularis ini lebih banyak ditemukan pada kaum adam. Lantas, dengan penyebabnya yang belum diketahui ini, apakah ada cara mengobati dermatitis numularis secara tepat dan efisien?

Gejala-gejala dermatitis numularis

Dermatitis numularis biasanya akan muncul dengan ruam merah pada kulit yang berbentuk oval atau lingkaran sebesar koin, dan ruam ini disertai pula dengan rasa nyeri atau pedih. Dilansir dari Alodoc, gejala ini biasanya akan menetap di kulit selama satu minggu bahkan ada juga yang sampai 1 bulan lamanya. Tanda ini muncul pada tangan atau kaki, namun jika didiamkan saja dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Penyebab dermatitis numularis

Meskipun tidak diketahui secara pasti apa penyebab utama dari dermatitis numularis ini, namun banyak yang meneliti dari mulai faktor genetik maupun dari lingkungan. Awal dari penyebab dermatitis ini diduga merupakan bekas gigitan serangga, gesekan, atau dikarenakan luka bakar. Ada juga yang meneliti dari faktor genetik, hasil observasi menunjukkan bahwa orang yang menderita dermatitis kontak adalah mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asma, atau alergi terhadap sesuatu, atau dermatitis atopik.

Hal yang dapat memperburuk dermatitis numularis

Ada beberapa hal yang dapat memperburuk keadaan seseorang yang sedang diserang oleh dermatitis numularis, yaitu masuknya bakteri Staphylococcus aureus, stres, memiliki riwayat dermatitis lainnya, aliran darah yang kurang lancar, dan kulit yang sangat kering.

Diagnosis dermatitis numularis

Sebelum mengobati dermatitis numularis, biasanya kita akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan dokter akan melakukan diagnosa dengan menanyakan riwayat penyakit, gejala yang dirasakan, dan mencari faktor resikonya. Maka, dapat disimpulkan bahwa diagnosa dermatitis numularis dapat dilakukan dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa lesi, selain itu juga akan dilakukan tes alergi untuk memastikan apakah kulit memang alergi terhadap sesuatu.

Cara mengobati dermatitis numularis

Cara mengobati penyakit ini memang belum diketahui secara pasti karena penyebabnya pun belum diketahui. Namun, cara terbaiknya adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat serta menghindari faktor pemicunya. Jika ketika diagnosa terbukti adanya alergan, maka sebisa mungkin kita hindari alergan tersebut agar dermatitis numularis tidak menyerang. Dilansir dari Hello Sehat, sebaiknya menghindari wol dan bahan iritan lainnya, melakukan manajemen stres yang baik, pilih sabun terbaik, tidak mandi dengan air panas terlalu sering dikarenakan air panas dapat membuat kulit menjadi kering. Yang paling sederhana namun mungkin tidak terpikirkan adalah hindari goresan atau luka pada kulit. Karena berawal cedera yang sedikit inilah, dapat menyebabkan dermatitis numularis.

Untuk penanganan terhadap mereka yang mengalami dermatitis ini, yaitu dengan menggunakan salep atau lotion pengobatan sesuai resep yang dianjurkan dokter, jika gatal terlalu parah bisa dilakukan terapi ultraviolet, dan gunakan perban lembab untuk melindungi area yang terkena dermatitis numularis.