Banyak orang yang pada dasarnya sudah mulai membeli produk asuransi jiwa selagi mudah karena tahu harus memberikan perlindungan atau proteksi kepada keluarga tercintanya, jika seandainya mengalami berbagai macam masalah, seperti mungkin kecelakaan kerja atau bahkan meninggal dunia. Sementara hanya dirinya sendiri yang berperan sebagai tulang punggung di dalam keluarga tersebut, tentu jika sampai terjadi masalah seperti di atas akan sangat mengguncang kondisi finansial di dalam keluarga bukan, sehingga harus ada bentuk proteksi yang dilakukan sedini mungkin.

Produk asuransi yang dijual ini sendiri sangat banyak, apalagi di Indonesia sendiri sekarang jika dilihat memang banyak perusahaan asuransi baru yang hadir di tengah-tengah Anda. Sehingga paling tidak lebih banyak pilihannya yang mana yang paling tepat untuk dibeli. Meskipun terkadang hal ini juga sangat beresiko untuk menyebabkan kesalahan di dalam jatuhkan pilihannya. Kesalahan dalam memilih perusahaan asuransi yang tepat ini juga sangat beresiko, seperti diantaranya adalah:

  1. Kesulitan dalam mengajukan klaim, selalu saja ada alasan yang diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut untuk menolak pengajuan klaim dari nasabahnya, ini bukan hal yang baru, melainkan memang kerap kali dialami oleh nasabah dikarenakan oleh kondisi keuangan perusahaan tersebut mungkin tidak begitu stabil atau kurang sehat.
  2. Perusahaan asuransi bangkrut, memang sudah cukup banyak diantara perusahaan asuransi yang mengalami collapse atau bangkrut, penyebabnya sendiri karena kondisi keuangan yang tidak sehat, tentunya beresiko bagi nasabah bukan, karena secara otomatis uang premi yang sudah dibayarkan setiap bulannya tersebut akan ikut hilang.
  3. Uang nasabah dibawa kabur oleh pegawai asuransi tersebut, kondisi yang satu ini nyatanya juga bisa terjadi pada perusahaan asuransi sehingga menyebabkan nasabahnya yang rugi.

Jadi selektif dalam memilih produk asuransi jiwa terbaik terutama untuk anak serta perusahaan penerbitnya. Agar tidak merasa dirugikan biasanya adalah masalah yang berhubungan dengan pengajuan klaim dan sejenisnya. Sehingga jangan asal dalam menerima polis yang ditawarkan atau diajukan oleh pihak asuransi tersebut. Berikut ini diantaranya beberapa cara mudah dalam memahami apa isi yang terdapat dalam polis asuransi tersebut:

  1. Pastikan untuk langsung membawa isi yang ada di dalam polis secara menyeluruh, jika seandainya ada perusahaan atau agen asuransi yang menawarkan, maka akan disertakan dengan polis atau ketentuan-ketentuan penting di dalamnya yang hendaknya harus langsung dibaca secara keseluruhan.
  2. Tanyakan kepada pihak sales atau marketing asuransi jika ada poin yang tidak dipahami, istilahnya memang malu bertanya sesat di jalan, jangan sok pintar disini atau nantinya Anda yang akan rugi. Sehingga selama masih ada sales asuransi tersebut maka tidak ada salahnya untuk bertanya secara langsung dengan mereka apa maksud poin yang tidak dimengerti tersebut.
  3. Perhatikan konteks pengecualian yang ada di dalam polis tersebut, di dalam sebuah polis asuransi memang akan didapatkan poin-poin pengecualian yang nantinya tidak termasuk dalam rencana perlindungan, ini harus benar-benar dipahami sehingga kelak jika seandainya mengajukan klaim namun tidak disetujui juga tidak akan menyesal.
  4. Hendaknya masa tenggang dari polis asuransi harus digunakan secara baik, sehingga nantinya pemilik tetap bisa mengajukan klaim tidak melewati batas yang sudah ditentukan.

Penting bagi siapa saja sebelum membeli asuransi jiwa agar mengenai atau memahami isi yang tertera di dalam polis tersebut sehingga kelak tidak akan merasa dirugikan, karena perjanjian sudah disepakati bersama.